Langsung ke konten utama

Berdamai dengan Diri sendiri part 2

    Hallo sahabat-sahabat, senang bisa berjumpa lagi lewat tulisan ini. Kemarin kita sudah membahas tentang bagaimana kita bisa berdamai dengan diri sendiri sebagai upaya untuk memenangkan hidup. Sekarang, masih dalam topik yang sama, kita akan lanjut ke pembahasan yang lebih dalam lagi.

    kenapa topik ini menjadi penting bagi kita? Ya, tentu masih dalam alasan yang sama: "siapapun manusia, termasuk anda! kita semua berhak bahagia".

    Sahabat-sahabat, pernahkah saudara bayangkan "siapa orang yang paling dirugikan saat berhadapan dengan sebuah masalah?" Maksudnya rasa benci, iri, dengki, curiga, cemburu, marah, sedih, frustasi dan hal-hal negatif lainnya ada di dalam diri kita dikarenakan masalah yang datang? Saya kira kita sepakat bahwa tidak ada seorangpun yang dirugikan disana selain diri kita sendiri.

    Sesungguhnya kalau kita menyadari, semua masalah yang terjadi, apapun itu, itu semua berada di luar diri kita. Segala bentuk pergumulan, itu adalah kondisi eksternal yang berada di luar diri setiap orang. Tetapi respon kita terhadap sesuatu yang ada di luar diri kita itu, dapat mengakibatkan pengaruh besar hingga ke bagian paling dalam dari diri kita. Roh, jiwa, hati dan perasaan, yang adalah bagian terdalam dari diri kita ini akan menerima pesan dari otak kita tentang sesuatu yang kita terima dari luar. Maka disini dibutuhkan 'kemampuan untuk mengolah setiap pesan yang masuk ke dalam diri kita' supaya bagian intim dari diri kita itu tidak terganggu. Bila 'otak' kita tidak sanggup untuk menyaring pesan yang datang dari luar, maka 'hati' akan menjadi garda terakhir dalam mengolah setiap pesan. Dan bila 'hati' pun tidak sanggup, disitulah "kehancuran di mulai". 

    Maka, bagaimana untuk mengkondisikan ini semua? Jawaban yang bisa saya berikan adalah: "sayangi dirimu"! Kamu itu berhak bahagia. "Berdamailah dengan dirimu sendiri!"

    Mungkin terdengar sedikit aneh di telinga kita tentang jawaban yang saya berikan. Mungkin anda akan berkata: siapa yang tidak sayang kepada dirinya sendiri? Semua manusia pasti menyayangi dirinya. Tetapi, pikirkanlah!! renungkanlah jawaban yang konyol itu. Saya yakin, nanti kamu bisa memahaminya!

    Banyak orang yang gagal memenangkan hidupnya 'karena tidak menyayangi dirinya'. Maksudnya, ketika anda mengijinkan suatu masalah dengan pesan negatif masuk ke dalam diri anda, disitulah letak kesalahan anda. itulah yang saya sebut dengan 'tidak menyayangi diri sendiri'.

    Sekarang coba bayangkan! Masalah yang anda hadapi itu, bukankah itu berasal dari luar diri anda? Jika itu bisa mengakibatkan anda jatuh, kenapa di ijinkan masuk?? Jika kita sudah tau kalau pesan  negatif itu berakibat buruk kepada diri kita, harusnya kita tidak membuka pintu untuk itu. Orang yang mengijinkan dirinya dirusak oleh faktor eksternal (sesuatu yang berasal dari luar diri), itu sama artinya tidak menyayangi diri sendiri.

    Sekarang sudah mulai paham kan sob?? 

Buka mata anda lebar-lebar dan lihat betapa banyaknya hal yang bisa membuat anda bahagia.  

.................. Bersambung.....................

(sampai jumpa dalam bacaan selanjutnya,, Tuhan Yesus memberkati 😊🙏)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jamita Partangiangan, Ev. Poda 25: 2-6

 Jamita Partangiangan Minggu XI Dung Trinitatis, 31 Agustus 2025 Ev. Poda 25: 2- 6 Topik: "Jesus Kristus manguluhon hita ro di Salelenglelengna" ______________________________________________________________________________________ 1) Damang/ dainang,, turpuk on ima na sinurathon ni raja Salomo berupa poda (sipaingot) di hajolmaon asa atur jala uli mardalan parngoluan ni jolma dihasiangan on! 2) Adong 4 hal na pinaandar ni turpuk on tu hita, na idaon sai hira terpisah, alai ingkon pasadaonta gabe sada bagian na utuh. ibarat songon na marakkit lemari kecil rupani (molo tatuhor sian shopee), adong step by step na ingkon karejohononta!   Songon i ma huida turpuk on! Adong 4 hal si parrohahononta na so tarsirang sian parngoluan ni hajolmaon. Hubahen ma istilahna 4T. Aha ma i? na parjolo: Tanda Hamuliaon ni Debata! na paduahon: Tanda Hamuliaon ni Raja! na patoluhon: Tanda Parange ni Jolma! na paopathon: Tanda dirim! Tapamanat ma Hatoranganna! i) na parjolo: Tanda Hamuliaon ni...

Jamita Partangiangan Ev. Markus 8: 34- 38

 Jamita Partangiangan, Minggu XII Dung Trinitatis, 07 Sept 2025 Ev. Markus 8: 34- 38 Topik: "Padenggan Hamu ma Dalanmuna dohot Pambahenanmuna" ___________________________________________________________________________________________ 1) Huria ni Tuhanta, turpuk jamita on ima pangajarion ni Jesus tu angka siseanNa dohot angka na torop taringot tu "konsep Mesianis"! (Seperti apakah Mesias yang dijanjikan?) Leleng do halak Israel tarpaima di haroro ni Mesias, ala hirim rohanasida malua sian angka gommgoman ni bangso na leban. Catatan sejarah mandok: Israel sering menjadi bulan-bulanan bangsa asing. Ala ni i: hirim do rohanasida Mesias na ro i songon raja na gogo, na marmulia, na sangap, na tuk papatuhon angka bangso na leban na manggomgomi nasida na sailaon. 'Mesias' (ibr. Mashiach), lapatanna= "yang di urapi" (btk: na nimiahan) Sepadan do i tu hata 'Kristus' (yun. Christos) = "yang di urapi" Jadi, saotik tambahan: Ndang holan Jesus...

Catatan Jamita Minggu

  Jamita Minggu XVI Dung Trinitatis, 05 Oktober 2025 Ev. Habakuk 1: 12- 17 Topik: “Na sun Badia do Debata jala Parbinoto di Saluhutna”               (Tuhan Allah Maha Kudus dan Maha Tahu)   1)       Boha do Debata patulushon sangkapNa di parngoluon ni jolma? (Bagaimana TUHAN melakukan rencanaNya dalam hidup manusia?) ü   On ma sada tema penting na laho idaonta sian turpuk jamita on! (Laos marpardomuan do i annon tu topik ni Minggunta sadarion, na mandok: “Na sun Badia do Debata jala Parbinoto di Saluhutna” )   ü   Alai andorang so hupatorang, denggan jolo sungkunonhu hamu parjolo: “Tarjalo rohamuna do nuaeng sude na pinamasa ni Debata na tu hamu?” Alusi hamu ma jo! ·        (Tergantung do amang, molo paruntungan= tarjalo ,, molo harugian do ,, tu halakan ma i,,,) hehehe…   2)       Di h...