Hallo sahabat-sahabat, senang bisa berjumpa lagi lewat tulisan ini. Kemarin kita sudah membahas tentang bagaimana kita bisa berdamai dengan diri sendiri sebagai upaya untuk memenangkan hidup. Sekarang, masih dalam topik yang sama, kita akan lanjut ke pembahasan yang lebih dalam lagi.
kenapa topik ini menjadi penting bagi kita? Ya, tentu masih dalam alasan yang sama: "siapapun manusia, termasuk anda! kita semua berhak bahagia".
Sahabat-sahabat, pernahkah saudara bayangkan "siapa orang yang paling dirugikan saat berhadapan dengan sebuah masalah?" Maksudnya rasa benci, iri, dengki, curiga, cemburu, marah, sedih, frustasi dan hal-hal negatif lainnya ada di dalam diri kita dikarenakan masalah yang datang? Saya kira kita sepakat bahwa tidak ada seorangpun yang dirugikan disana selain diri kita sendiri.
Sesungguhnya kalau kita menyadari, semua masalah yang terjadi, apapun itu, itu semua berada di luar diri kita. Segala bentuk pergumulan, itu adalah kondisi eksternal yang berada di luar diri setiap orang. Tetapi respon kita terhadap sesuatu yang ada di luar diri kita itu, dapat mengakibatkan pengaruh besar hingga ke bagian paling dalam dari diri kita. Roh, jiwa, hati dan perasaan, yang adalah bagian terdalam dari diri kita ini akan menerima pesan dari otak kita tentang sesuatu yang kita terima dari luar. Maka disini dibutuhkan 'kemampuan untuk mengolah setiap pesan yang masuk ke dalam diri kita' supaya bagian intim dari diri kita itu tidak terganggu. Bila 'otak' kita tidak sanggup untuk menyaring pesan yang datang dari luar, maka 'hati' akan menjadi garda terakhir dalam mengolah setiap pesan. Dan bila 'hati' pun tidak sanggup, disitulah "kehancuran di mulai".
Maka, bagaimana untuk mengkondisikan ini semua? Jawaban yang bisa saya berikan adalah: "sayangi dirimu"! Kamu itu berhak bahagia. "Berdamailah dengan dirimu sendiri!"
Mungkin terdengar sedikit aneh di telinga kita tentang jawaban yang saya berikan. Mungkin anda akan berkata: siapa yang tidak sayang kepada dirinya sendiri? Semua manusia pasti menyayangi dirinya. Tetapi, pikirkanlah!! renungkanlah jawaban yang konyol itu. Saya yakin, nanti kamu bisa memahaminya!
Banyak orang yang gagal memenangkan hidupnya 'karena tidak menyayangi dirinya'. Maksudnya, ketika anda mengijinkan suatu masalah dengan pesan negatif masuk ke dalam diri anda, disitulah letak kesalahan anda. itulah yang saya sebut dengan 'tidak menyayangi diri sendiri'.
Sekarang coba bayangkan! Masalah yang anda hadapi itu, bukankah itu berasal dari luar diri anda? Jika itu bisa mengakibatkan anda jatuh, kenapa di ijinkan masuk?? Jika kita sudah tau kalau pesan negatif itu berakibat buruk kepada diri kita, harusnya kita tidak membuka pintu untuk itu. Orang yang mengijinkan dirinya dirusak oleh faktor eksternal (sesuatu yang berasal dari luar diri), itu sama artinya tidak menyayangi diri sendiri.
Sekarang sudah mulai paham kan sob??
Buka mata anda lebar-lebar dan lihat betapa banyaknya hal yang bisa membuat anda bahagia.
.................. Bersambung.....................
(sampai jumpa dalam bacaan selanjutnya,, Tuhan Yesus memberkati 😊🙏)
Komentar
Posting Komentar