Khotbah Minggu Sexagesima, 23 Februari 2025
Ev. Matius 5: 38- 48
Topik : "Mengasihi Musuh"
____________________________________________________________________________________________
1) Saya kira, taraf tertinggi dari praktik iman di dalam hidup orang percaya adalah: ketika kita mampu mengasihi musuh kita. Ketika kita mampu berbuat baik kepada orang yang menyakiti kita.
Berbuat baik kepada orang yang berbuat baik = itu biasa
Berbuat jahat kepada orang yang berbuat jahat = itu juga biasa
Tetapi berbuat baik kepada orang yang berbuat jahat = itu baru luar biasa
Tetapi jangan sampai Berbuat jahat kepada orang yang berbuat baik = itu namanya tidak tau diri.
adakah kita yang memiliki musuh disini? bisa saudara bayangkan seperti apa wajahnya sekarang?
Biasanya ingat musuh= imun pun turun (geram, marah, jengkel, dll)
Tetapi saudara harus tahu: 'adalah kegagalan' bagi kita bila 'suka cita' kita hilang hanya karena ulah sipembenci. Bayangkan: mereka berhasil merenggut kebahagiaanmu, merenggut suka citamu, yang adalah sesuatu yang amat kau butuhkan.
Cara terbaik untuk menghadapi musuh adalah: bukan dengan membalaskan kejahatannya, sebab jika demikian kita sama-sama dirugikan.
Tetapi balaslah kejahatan dengan kebaikan, maka kamu akan menjadi anak-anak kesukaan Bapamu yang di surga.
2) Bagi Yesus kita tidak cukup menjadi orang yang biasa-biasa saja. Kita harus berbeda dari orang kebanyakan, kita harus punya nilai lebih (excellent).
Coba perhatikan hukum kasih yang Yesus ajarkan!
i) Jangan kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu (ay. 39a)
ii) Siapa yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu (ay. 39b)
iii) jika orang menginginkan bajubu, serahkanlah juga jubahmu (ay. 40)
iv) siapa yang memaksa engkau berjalan sejauh 1 mil, berjalanlah bersama dia sejauh 2 mil (ay. 41)
v) Berilah kepada orang yang meminta kepadamu, dan janganlah menolak orang yang mau meminjam kepadamu (ay. 42)
vi) kasihilah musuhmu dan bedoalah bagi mereka yang menganiaya kamu (ay. 44)
Semua yang saya sebutkan tadi adalah hukum kasih, yang menunjukkan seseorang memiliki nilai lebih, yang punya keunggulan dari orang-orang kebanyakan. Itulah yang Yesus inginkan dari kita!
3) Yesus mengajarkan bahwa iman yang sejati harus membentuk cara orang kristen berhubungan dengan orang-orang di sekitar mereka (menciptakan komunitas damai).
- Ingatlah bagaimana TUHAN menciptakan dunia ini denggan penuh keteraturan. Tetapi oleh karena "dosa manusia", dunia menjadi rusak dan kehilangan keindahannya.
Maka sebagai orang percaya: tugas kita adalah "mengembalikan keadaan dunia yang telah rusak itu kepada keadaan yang semula", dimana saat pertama sekali Allah menciptakan dunia ini!
4) Dalam PL ada hukum yang disebut: "Lex talionis", yaitu suatu hukum yang menyatakan bahwa orang yang melukai orang lain harus diganjar dengan luka yang sama.
- Itulah yang Yesus maksudkan dalam ay. 38 = Kamu telah mendengar Firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi.
- itu adalah hukum Lex talionis yang juga tercatat dalam kitab Keluaran 21: 22- 25; Imamat 24: 19- 21; Ulangan 19: 16- 21.
5) Menurut hukum Lex talionis: adalah wajar bila kita membalaskan yang jahat dengan yang jahat, itu adil dan lazim bagi orang-orang saat itu.
Bila anda tidak ingin terluka, maka jangan lukai orang lain, sebab hukum akan berlaku sama. Setiap orang akan mendapat perlakuan yang sama persis seperti apa yang ia lakukan.
Jika anda membunuh, maka anda harus dibunuh juga. Dan saya kira, itu juga taraf berperilaku bagi orang-orang kebanyakan.
6) Mungkin anda akan berkata: hukum Lex talionis itu bagus, sebab semua orang mendapat perlakuan yang sama (benar-benar adil).
Tetapi pernahkah saudara membayangkan bila seandainya TUHAN memberlakukan hukum Lex talionis kepada kita manusia?
Mungkin tidak ada lagi manusia yang tersisa di muka bumi ini.
7) Membalas yang jahat dengan yang jahat atau membalas yang baik dengan yang baik adalah hukum yang mungkin baik menurut kita. Tetapi itu adalah hukum dunia, siapapun orangnya pasti bisa melakukannya.
Persoalannya adalah: Dimanakah kelebihan kita sebagai anak-anak Allah? Bukankah kita harus berbeda dengan orang-orang kebanyakan? bukankah kita harus punya nilai lebih? bukankah kita harus sama seperti Yesus yang tidak membalaskan kepada kita setimpal dengan perbuatan kita?
Jangankan membalas yang jahat dengan yang jahat; bahkan untuk membalaskan yang baik untuk orang yang berbuat baik, itupun kita tidak punya kelebihan apapun.
Bukankah "para pendosa" juga melakukan hal yang sama?
Ingat: Seorang penjahat sekalipun adalah baik untuk kalangannya sendiri!
8) Jadilah sempurna seperti Bapamu yang di surga adalah sempurna! (Transformasi)
Hidup kita adalah hidup yang berproses menuju kesempurnaan.
Mulailah dari hal-hal kecil sampai kita benar-benar sempurna di dalam iman dan perbuatan, layaknya pengikut Kristus yang sejati.
Kita harus bisa seperti yang dikatakan Yesus: Yang memberi "matahari" kepada orang-orang baik dan juga orang-orang jahat; dan menurunkan "hujan" bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar (ay.45)
Sebagaimana HKBP menetapkan tahun 2025 ini sebagai tahun "transformasi", maka HKBP (baik pelayan maupun jemaat) dari semua aras, hendaknya bertransformasi ke arah yang lebih baik dan sempurna.
Logo tahun transformasi 2025 yang berbentuk kupu-kupu menyiratkan kita supaya 'bermetamorfosis' layaknya kupu-kupu (telur- ulat- kepompong- kupu2); Demikian kita bermetamorfosis dari manusia lama kepada manusia yang baru.
Selamat Bertransfomasi!!! AMIN.
Komentar
Posting Komentar