Jamita Partangiangan
Ev. Johannes 4: 4- 11
Topik : "Jahowa Mangalehon Aek Hangoluan" (Tuhan sumber air kehidupan)
_________________________________________________________________________________________
Pengantar
Perjumpaan Yesus dengan perempuan Samaria bukanlah perjumpaan yang biasa-biasa, kendatipun kita lihat solah-olah perjumpaan itu terjadi secara spontan (Yesus lewat dari jalan itu & perempuan Samaria datang menimba air di sumur Yakub). Namun sesungguhnya, Yesus sengaja memilih jalan itu (dimana orang Yahudi sebelumnya tidak pernah lewat dari sana). Tujuannya hanya satu, yakni: menyatakan "keselamatan universal"; bahwa sesungguhnya Yesus datang bukan untuk orang Yahudi saja, bukan untuk kalangannya saja, tetapi untuk semua orang. Alasannya jelas: Sebab TUHAN bukan hanya milik orang Yahudi.
Beberapa Pointer Khotbah:
1) Yesus sebagai Pembuka Jalan (antara Yahudi dan Samaria)
Yahudi dan Samaria sama sekali tidak bergaul (bermusuhan/ndang marsiantoan, ay. 9). Pada waktu Tuhan Yesus berbicara dengan perempuan itu, permusuhan antara orang Yahudi dan orang Samaria sudah mempunyai latar belakang yang panjang. Dalam 2 Raja-raja 17:23-41 asal-usul orang Samaria dikisahkan. Pada waktu suku-suku Israel dikalahkan oleh Asyur, banyak dari mereka "diangkut dari tanahnya ke Asyur ke dalam pembuangan.
Mereka berbakti kepada TUHAN, tetapi dalam pada itu mereka beribadah kepada allah mereka sesuai dengan adat bangsa-bangsa yang dari antaranya mereka diangkut tertawan." Lama-kelamaan mereka meninggalkan dewa-dewa bangsa-bangsa itu, tetapi adat dan kebiasaan mereka dalam berbakti kepada TUHAN tidak sama dengan adat orang Yahudi. Misalnya mereka hanya menerima kelima kitab Musa sebagai Firman Allah. Juga, mereka tidak mau bergabung dengan orang Yahudi dan berbakti di Bait Allah di Yerusalem. Pada tahun 400 SM mereka membangun tempat ibadah di Gunung Gerizim, yang dibakar oleh orang Yahudi pada tahun 128 SM. Pada umumnya orang Samaria dan orang Yahudi saling curiga dan saling membenci. Namun demikian, perjalanan Tuhan Yesus dari Yudea ke Galilea melalui Samaria menjadi bukti bahwa Dia menolak rasisme dan kebencian.
Dalam situasi itulah Yesus datang sebagai "pembuka jalan" untuk menghubungkan hubungan yang sudah rusak antara Yahudi dan Samaria. Dan pada akhirnya, perempuan yang sedang menimba air di sumur Yakub itu, dialah orang yang beruntung yang dipakai Yesus sebagai akses untuk perdamaian dan keselamatan yang TUHAN rencanakan.
Apa yang bisa kita pelajari dari sana?
Kita diharapkan menjadi pendamai bagi sesama
a) Jangan membiarkan perselisihan tetap ada, tetapi jadilah solusi atas permasalahan yang ada
b) jangan seperti "kantor pos" (antar-jemput barang). Maksudnya, jangan jadi orang yang antar-jemput omongan seperti kebiasaan ibu-ibu tukang ngerumpi.
c) Terkadang kita ini lebih hebat dari cctv, tau semua tentang hari-hari orang lain. Ujung-ujungnya menimbulkan perselisihan bagi orang lain.
2) Yesus adalah air kehidupan (Jesus do aek Hangoluan)
Apa maksudnya?
Air itu identik dengan kehidupan. Manusia tidak bisa hidup tanpa air.
Sebagaimana kita membutuhkan air untuk hidup, demikianlah kita membutuhkan Yesus. Tanpa Yesus kita tidak bisa hidup
Yang datang kepada Yesus tidak akan haus lagi
Berbeda dengan air yang ada di sumur Yakub, dimana setiap yang minum dari padanya akan kembali haus lagi.
Perempuan Samaria adalah contoh manusia yang tidak pernah merasa puas
(perempuan itu memiliki 5 Suami, ay. 18)
Hal itu adalah gambaran bagi kita dimana kita tidak pernah merasa puas dengan apa yang kita miliki. Perempuan Samaria itu hanya sebagai contoh saja, ada banyak hal lain di dunia ini yang membuat kita serakah dan tidak pernah merasa puas. Tetapi dengan menerima air kehidupan yang dari pada Yesus, kita akan terpuaskan. Sedikit-banyak yang kita terima dari Tuhan akan dapat kita syukuri dan nikmati.
3) Yesus membawa Pembaharuan Hidup (Jesus mamboan Haimbaruon)
Setelah berjumpa dengan Yesus, perempuan Samaria itu mendapat pembaharuan hidup. Bila kita baca nats ini secara keseluruhan, kita akan temukan disana bahwa perempuan itu "bersaksi" bagi orang-orang Samaria yang lain. Dan kemudian, orang-orang Samaria itu datang kepada Yesus dan menyaksikan sendiri tentang Dia, sehingga banyak dari mereka yang menjadi percaya.
Yang menjadi perenungan bagi kita: Sejauh ini, adakah kita mendapat pembaharuan hidup setelah berjumpa dengan Yesus? atau jangan-jangan kita masih manusia lama yang tidak pernah berubah.
4) Keselamatan kepada semua orang
Ingat bahwa TUHAN adalah Tuhan semua orang. Bukan hanya milik pribadi atau golongan. Hanya ada 1 TUHAN pencipta semesta alam. Maka, keselamtan yang Yesus bawa haruslah sampai kepada semua orang.
a) Anugerah Tuhan harus di transfer kepada orang lain
b) Adalah tugas kita untuk membuat orang lain percaya bahwa Yesus adalah jalan kebenaran dan hidup
c) Kasih Allah harus dinyatakan secara konkret. Melalui perbuatan kita orang akan berkata: "Tuhan itu baik".
AMIN...!!!
Komentar
Posting Komentar