Langsung ke konten utama

Jamita Partangiangan 30 Maret 2025, Johannes 4: 4- 14

 Jamita Partangiangan 

Ev. Johannes 4: 4- 11

Topik : "Jahowa Mangalehon Aek Hangoluan" (Tuhan sumber air kehidupan) 

_________________________________________________________________________________________

Pengantar

Perjumpaan Yesus dengan perempuan Samaria bukanlah perjumpaan yang biasa-biasa, kendatipun kita lihat solah-olah perjumpaan itu terjadi secara spontan (Yesus lewat dari jalan itu & perempuan Samaria datang menimba air di sumur Yakub). Namun sesungguhnya, Yesus sengaja memilih jalan itu (dimana orang Yahudi sebelumnya tidak pernah lewat dari sana). Tujuannya hanya satu, yakni: menyatakan "keselamatan universal"; bahwa sesungguhnya Yesus datang bukan untuk orang Yahudi saja, bukan untuk kalangannya saja, tetapi untuk semua orang. Alasannya jelas: Sebab TUHAN bukan hanya milik orang Yahudi.

Beberapa Pointer Khotbah:

1) Yesus sebagai Pembuka Jalan (antara Yahudi dan Samaria)

Yahudi dan Samaria sama sekali tidak bergaul (bermusuhan/ndang marsiantoan, ay. 9). Pada waktu Tuhan Yesus berbicara dengan perempuan itu, permusuhan antara orang Yahudi dan orang Samaria sudah mempunyai latar belakang yang panjang. Dalam 2 Raja-raja 17:23-41 asal-usul orang Samaria dikisahkan. Pada waktu suku-suku Israel dikalahkan oleh Asyur, banyak dari mereka "diangkut dari tanahnya ke Asyur ke dalam pembuangan. 

Mereka berbakti kepada TUHAN, tetapi dalam pada itu mereka beribadah kepada allah mereka sesuai dengan adat bangsa-bangsa yang dari antaranya mereka diangkut tertawan." Lama-kelamaan mereka meninggalkan dewa-dewa bangsa-bangsa itu, tetapi adat dan kebiasaan mereka dalam berbakti kepada TUHAN tidak sama dengan adat orang Yahudi. Misalnya mereka hanya menerima kelima kitab Musa sebagai Firman Allah. Juga, mereka tidak mau bergabung dengan orang Yahudi dan berbakti di Bait Allah di Yerusalem. Pada tahun 400 SM mereka membangun tempat ibadah di Gunung Gerizim, yang dibakar oleh orang Yahudi pada tahun 128 SM. Pada umumnya orang Samaria dan orang Yahudi saling curiga dan saling membenci. Namun demikian, perjalanan Tuhan Yesus dari Yudea ke Galilea melalui Samaria menjadi bukti bahwa Dia menolak rasisme dan kebencian.

Dalam situasi itulah Yesus datang sebagai "pembuka jalan" untuk menghubungkan hubungan yang sudah rusak antara Yahudi dan Samaria. Dan pada akhirnya, perempuan yang sedang menimba air di sumur Yakub itu, dialah orang yang beruntung yang dipakai Yesus sebagai akses untuk perdamaian dan keselamatan yang TUHAN rencanakan.

Apa yang bisa kita pelajari dari sana?

Kita diharapkan menjadi pendamai bagi sesama 

a) Jangan membiarkan perselisihan tetap ada, tetapi jadilah solusi atas permasalahan yang ada

b) jangan seperti "kantor pos" (antar-jemput barang). Maksudnya, jangan jadi orang yang antar-jemput omongan seperti kebiasaan ibu-ibu tukang ngerumpi.

c) Terkadang kita ini lebih hebat dari cctv, tau semua tentang hari-hari orang lain. Ujung-ujungnya menimbulkan perselisihan bagi orang lain. 


2) Yesus adalah air kehidupan (Jesus do aek Hangoluan)

Apa maksudnya?

Air itu identik dengan kehidupan. Manusia tidak bisa hidup tanpa air.

Sebagaimana kita membutuhkan air untuk hidup, demikianlah kita membutuhkan Yesus. Tanpa Yesus kita tidak bisa hidup

Yang datang kepada Yesus tidak akan haus lagi

Berbeda dengan air yang ada di sumur Yakub, dimana setiap yang minum dari padanya akan kembali haus lagi.

Perempuan Samaria adalah contoh manusia yang tidak pernah merasa puas

(perempuan itu memiliki 5 Suami, ay. 18)

Hal itu adalah gambaran bagi kita dimana kita tidak pernah merasa puas dengan apa yang kita miliki. Perempuan Samaria itu hanya sebagai contoh saja, ada banyak hal lain di dunia ini yang membuat kita serakah dan tidak pernah merasa puas. Tetapi dengan menerima air kehidupan yang dari pada Yesus, kita akan terpuaskan. Sedikit-banyak yang kita terima dari Tuhan akan dapat kita syukuri dan nikmati.


3) Yesus membawa Pembaharuan Hidup (Jesus mamboan Haimbaruon)

Setelah berjumpa dengan Yesus, perempuan Samaria itu mendapat pembaharuan hidup. Bila kita baca nats ini secara keseluruhan, kita akan temukan disana bahwa perempuan itu "bersaksi" bagi orang-orang Samaria yang lain. Dan kemudian, orang-orang Samaria itu datang kepada Yesus dan menyaksikan sendiri tentang Dia, sehingga banyak dari mereka yang menjadi percaya.

Yang menjadi perenungan bagi kita: Sejauh ini, adakah kita mendapat pembaharuan hidup setelah berjumpa dengan Yesus? atau jangan-jangan kita masih manusia lama yang tidak pernah berubah.


4) Keselamatan kepada semua orang

Ingat bahwa TUHAN adalah Tuhan semua orang. Bukan hanya milik pribadi atau golongan. Hanya ada 1 TUHAN pencipta semesta alam. Maka, keselamtan yang Yesus bawa haruslah sampai kepada semua orang.

a) Anugerah Tuhan harus di transfer kepada orang lain

b) Adalah tugas kita untuk membuat orang lain percaya bahwa Yesus adalah jalan kebenaran dan hidup

c) Kasih Allah harus dinyatakan secara konkret. Melalui perbuatan kita orang akan berkata: "Tuhan itu baik".

AMIN...!!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jamita Partangiangan, Ev. Poda 25: 2-6

 Jamita Partangiangan Minggu XI Dung Trinitatis, 31 Agustus 2025 Ev. Poda 25: 2- 6 Topik: "Jesus Kristus manguluhon hita ro di Salelenglelengna" ______________________________________________________________________________________ 1) Damang/ dainang,, turpuk on ima na sinurathon ni raja Salomo berupa poda (sipaingot) di hajolmaon asa atur jala uli mardalan parngoluan ni jolma dihasiangan on! 2) Adong 4 hal na pinaandar ni turpuk on tu hita, na idaon sai hira terpisah, alai ingkon pasadaonta gabe sada bagian na utuh. ibarat songon na marakkit lemari kecil rupani (molo tatuhor sian shopee), adong step by step na ingkon karejohononta!   Songon i ma huida turpuk on! Adong 4 hal si parrohahononta na so tarsirang sian parngoluan ni hajolmaon. Hubahen ma istilahna 4T. Aha ma i? na parjolo: Tanda Hamuliaon ni Debata! na paduahon: Tanda Hamuliaon ni Raja! na patoluhon: Tanda Parange ni Jolma! na paopathon: Tanda dirim! Tapamanat ma Hatoranganna! i) na parjolo: Tanda Hamuliaon ni...

Jamita Partangiangan Ev. Markus 8: 34- 38

 Jamita Partangiangan, Minggu XII Dung Trinitatis, 07 Sept 2025 Ev. Markus 8: 34- 38 Topik: "Padenggan Hamu ma Dalanmuna dohot Pambahenanmuna" ___________________________________________________________________________________________ 1) Huria ni Tuhanta, turpuk jamita on ima pangajarion ni Jesus tu angka siseanNa dohot angka na torop taringot tu "konsep Mesianis"! (Seperti apakah Mesias yang dijanjikan?) Leleng do halak Israel tarpaima di haroro ni Mesias, ala hirim rohanasida malua sian angka gommgoman ni bangso na leban. Catatan sejarah mandok: Israel sering menjadi bulan-bulanan bangsa asing. Ala ni i: hirim do rohanasida Mesias na ro i songon raja na gogo, na marmulia, na sangap, na tuk papatuhon angka bangso na leban na manggomgomi nasida na sailaon. 'Mesias' (ibr. Mashiach), lapatanna= "yang di urapi" (btk: na nimiahan) Sepadan do i tu hata 'Kristus' (yun. Christos) = "yang di urapi" Jadi, saotik tambahan: Ndang holan Jesus...

Catatan Jamita Minggu

  Jamita Minggu XVI Dung Trinitatis, 05 Oktober 2025 Ev. Habakuk 1: 12- 17 Topik: “Na sun Badia do Debata jala Parbinoto di Saluhutna”               (Tuhan Allah Maha Kudus dan Maha Tahu)   1)       Boha do Debata patulushon sangkapNa di parngoluon ni jolma? (Bagaimana TUHAN melakukan rencanaNya dalam hidup manusia?) ü   On ma sada tema penting na laho idaonta sian turpuk jamita on! (Laos marpardomuan do i annon tu topik ni Minggunta sadarion, na mandok: “Na sun Badia do Debata jala Parbinoto di Saluhutna” )   ü   Alai andorang so hupatorang, denggan jolo sungkunonhu hamu parjolo: “Tarjalo rohamuna do nuaeng sude na pinamasa ni Debata na tu hamu?” Alusi hamu ma jo! ·        (Tergantung do amang, molo paruntungan= tarjalo ,, molo harugian do ,, tu halakan ma i,,,) hehehe…   2)       Di h...