Jamita Minggu V Sesudah Trinitatis
Ev. Lukas 10: 38- 42
Topik: "Memilih Bagian yang Terbaik"
_________________________________________________________________________________
1) Saudara-saudara, teks renungan ini merupakan kisah yang sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam hal bertamu (menjamu orang lain yang datang ke rumah kita). Bagaimana sikap yang benar dalam menjamu orang lain?
2) Mungkin, sedikit sulit bagi kita untuk menerima: "mengapa Yesus membenarkan Maria yang hanya duduk mendengar perkataan Yesus, sementara kakaknya Marta sibuk di dapur untuk mempersiapkan jamuan terbaik atas kedatangan tamu istimewa mereka."
Andai saja yang datang bukan Yesus, bisakah saudara bayangkan mana sikap yang paling benar antara Marta dan Maria? (antara duduk dan sibuk melayani?)
Dalam hal bertamu, mungkin sebagian besar dari kita akan lebih setuju terhadap apa yang Marta laukan, yaitu sibuk mempersiapkan jamuan terbaik untuk tamunya ketimbang seperti Maria yang hanya duduk tenang dan mengobrol santai.
(Mungkin kita akan katakan: "Maria tidak punya perasaan, masa dia bisa santai disitu sementara kakakNya Martha sibuk sendiri",,, iya kan???)
3) Saudara-saudara, untuk mengerti Firman Tuhan ini, perlu bagi kita untuk melihat sedikit tentang latar belakang teks, supaya kita bisa menimbang apa sebenarnya yang terjadi, mengapa Marta memilih sibuk melayani dan Maria memilih duduk dekat kaki Yesus!
Pertama: kita akan melihat status sosial perempuan Yahudi pada masa itu!
Kedua: kita akan melihat maksud kedatangan Yesus ke rumah mereka!
i) Pertama: Status sosial Perempuan Yahudi pada masa itu!
Joachim Jeremias (1975: dalam bukunya "Jerusalem in the time of Jesus") menuliskan bahwa perempuan memiliki status yang marginal dalam kebudayaan Yahudi. Mereka tidak terlalu diperhitungkan dalam kehidupan masyarakat.
Perempuan dilarang tampil di tempat-tempat umum. Kehidupan sosial adalah milik laki-laki.
Anak-anak perempuan ditunangkan pada usia 12 tahun dan dinikahkan pada usia 13 tahun. Seorang ayah dapat menjual anak perempuannya sebagai budak atau memaksanya menikah dengan pilihan ayahnya. Melalui pernikahan anak perempuan, seorang ayah menerima sejumlah besar uang dari menantunya. Oleh karena itu, anak perempuan dianggap sebagai sumber tenaga kerja yang murah dan menguntungkan.
Di rumah, perempuan dibelenggu oleh tugas-tugas rumahtangga, mematuhi suami seperti mematuhi seorang majikan. Dan hanya suami yang dapat menceraikan isterinya.
Perempuan tidak boleh mempelajari Kitab suci, dan sejumlah larangan membatasi perempuan dalam beribadah. Bahkan perempuan dilarang untuk bercakap-cakap dengan seorang rabi.
Penjelasan konteks ini membantu kita memahami pilihan/ tindakan Marta yang dipenjara oleh kebudayaan Yahudi untuk menyibukkan dirinya dengan keramah-tamahan dalam menjamu tamu yang datang ke rumahnya (perempuan adalah pelayan yang dianggap sama dengan budak)
Pada saat yang sama, kita juga dapat mengerti keluhan Marta kepada Yesus terkait Maria yang melanggar norma sosial-budaya Yahudi yang berlaku saat itu.
Marta takut terhadap sangsi sosial kepada Maria karena telah melanggar sosial-budaya Yahudi (ingatlah bahwa Yesus datang bersama murid-muridnya).
Penjelasan konteks ini juga membantu kita memahami sebagian dari perkataan Yesus yang menjawab keluhan Marta: "Marta...Marta, engkau kuatir dengan menyusahkan diri dengan banyak perkara...". Banyak perkara yang dimaksud, sebagian diantaranya adalah norma sosial-budaya dan sangsi-sangsinya.
ii) Kedua: Kita akan melihat maksud kedatangan Yesus ke rumah mereka!
Pada saat itu, Yesus hendak melakukan perjalanan ke Yerusalem, dimana Ia akan mengalami penderitaan.
Untuk sampai ke Yerusalem, mereka harus melewati Betania, rumah kediaman Marta dan Maria.
Kesempatan ini dipakai oleh Yesus untuk memberikan kabar baik kepada mereka bahwa Tuhan akan mengubah status perempuan yang termarginalkan di kalangan orang-orang Yahudi. Inilah alasan mengapa Yesus lebih membenarkan apa yang dilakukan Maria ketimbang yang dilakukan oleh Marta.
4) Saudara-saudara, sesungguhnya kedua sikap antara Marta dan Maria sama-sama baik dalam konteks kedatangan Yesus disini.
Yang Yesus sayangkan adalah, Marta bersungut-sungut dalam hatinya karena melihat adiknya duduk santai disitu. Seolah-olah Marta tidak ikhlas dalam melakukan pelayanannya.
itu sebabnya Yesus katakan: "Martha... Martha... engkau kuatir dan menyusahkan banyak perkara (ay. 41)
Artinya= Yesus mau mengatakan: baiklah Martha melayani tanpa harus menyalahkan orang lain. Marta terlalu sibuk memikirkan apa yang tidak terlalu dibutuhkan dalam hidup.
Hal semacam ini sering sekali muncul dalam benak kita. Kita sering membandingkan apa yang kita kerjakan dengan apa yang orang lain kerjakan, sehingga semangat dalam pelayanan kita menjadi berkurang (merasa capek sendiri).
Disisi lain, kita terlalu capek memikirkan sesuatu yang duniawi sehingga mengesampingkan Firman Tuhan sang pemberi kehidupan.
5) Mungkin pertanyaannya sekarang: "Mengapa sikap Maria dibenarkan?" bukankah sikap duduk santai tatkala orang lain sedang sibuk itu tidak baik?
ya, disatu sisi mungkin. Tetapi disini kita perlu menelisik lebih dalam tentang apa yang Yesus katakan.
Ketika Marta berkeluh kesah tentang adiknya Maria, Yesus mengatakan: "Maria telah mengambil bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya" (ay. 42).
Bagian yang terbaik disini adalah "Firman Tuhan" sumber kehidupan kita. Maria benar-benar rindu akan setiap Firman yang keluar dari mulut Yesus. Mungkin, Maria beranggapan bahwa moment kedatangan Yesus ke rumahnya bukanlah moment biasa, sebab tidak semua orang mendapat kesempatan seperti itu. Itu sebabnya Maria mengambil kesempatan itu untuk mendengar banyak berita Injil dari Yesus.
6) Saudara-saudara, sesungghunya kisah perjumpaan Yesus dengan Marta dan Maria bukanlah sebatas kisah perjamuan biasa. Ada banyak hal yang bisa kita pelajari disini. Saya akan sampaikan dalam beberapa poin penting:
i) Pertama: Bijaksanalah dalam memilih yang terpenting dari banyaknya kepentingan yang lain!
Seperti dalam topik Minggu kita: "Memilih Bagian yang Terbaik".
Ada banyak yang penting di dunia ini, sampai kita bingung untuk memilih mana yang kita dahulukan.
Melalui Firman Tuhan ini kita diajarkan: Pilihlah bagian yang terbaik! Janganlah gara-gara banyaknya kepentingan sehingga kita lupa memilih bagian yang terbaik. Yang terbaik adalah Firman Tuhan sang pemberi kehidupan!
ii) Kedua: Fokuslah pada tujuan utamamu! Jangan mau dikaburkan dengan godaan-godaan yang lain.
Tindakan Marta sudah benar, tetapi jadi salah karena terlalu sibuk memikirkan Maria.
Kita sering gagal untuk sampai ke tujuan utama kita karena melihat orang lain.
Tujuan utama kita adalah Kerajaan Allah! Fokuslah untuk sampai kesana!
iii) Ketiga: Belajarlah untuk bertindak dengan apa yang Tuhan katakan, bukan apa yang anda katakan.
Marta fokus kepada dirinya, sehingga ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Sementara Maria fokus mendengar ucapan-ucapan Yesus. Dengan demikian tidak ada yang dapat mengambil bagian itu dari padanya. Maria tahu apa yang ia butuhkan.
Kita harus belajar dengar-dengaran, khususnya mendengar Firman Tuhan, supaya kita tahu apa yang harus kita lakukan. AMEN....
Komentar
Posting Komentar